Rabu, 07 Mei 2014

PERSAHABATAN 2






Keberadaan seorang sahabat sejati begitu penting dalam hidup ini. Begitu dalam makna dan arti dari sebuah persahabatan. Dan teramat sangat tidak mudah untuk menemukan seseorang yang layak dan pantas untuk dijadikan seorang sahabat dari sekian banyak teman yang kita punya.


Bagi saya pribadi, sahabat itu bagai embun pagi tatkala matahari akan menyinari bumi ini. Merasakan ketika kebahagiaan datang menghampirinya, saya juga akan loncat kegirangan. Ketika dia bersedih dan luka, saya mampu mengeluarkan air mata dan merasakan bahwa betapa saya tidak ingin ia tersakiti. Merasakan ‘kehangatan’ dan kenyamanan ketika bersama saling berbagi cerita. Merasakan bahwa di setiap langkah ia ada dalam ingatan dan selalu ingin menyenangkan hatinya di mana pun ia berada.


Sahabat sejati adalah sahabat yang punya hati nurani untuk tidak menusuk dari belakang, atau menjadi duri dalam daging dan tidak memiliki rasa iri dan dengki. Saling memberi dan saling menerima tanpa ada embel-embel azas pemanfaatan.


Ketika seseorang yang sudah kita anggap sebagai sahabat, namun pada satu ketika ternyata dia diam-diam menginginkan dan melakukan sesuatu yang pada dasarnya tidak pernah terpikirkan oleh kita,  apa yang harus diperbuat dan apa yang bisa kita rasakan? Kekecewaan yang sangat dalam dan terlukalah sudah hati dan rasa… 
Ini sebuah pertanda bahwa ia sangat tidak pantas untuk dijadikan sahabat. Mungkin saja kedekatan yang selama ini tercipta memiliki dua arti yang berbeda. Keberadaanya yang kita anggap sebagai sahabat, namun alangkah malangnya ternyata ia tidak memiliki pengertian dan pemahaman makna keberadaan seorang sahabat. Ia hanya teman dekat atau justeru hanya teman biasa saja…

Sungguh tidak mudah menemukan seorang sahabat!

CLOSE UP PHOTO











Selasa, 06 Mei 2014

PERSAHABATAN 1


Saya teringat kata-kata Patrick Star pada sahabatnya Sponge Bob...
- SpongeBob : Apa yang biasanya kamu lakukan saat aku pergi?
- Patrick        : Menunggu kamu kembali......
Kedengarannya kata-kata itu lucu, tapi sangat dalam untuk makna sebuah persahabatan !

Disini saya uraikan sedikit tentang apa itu Sahabat dan Makna Persahabatan ;
  • Sahabat adalah keperluan jiwa yang mesti dipenuhi. Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau suburkan dengan penuh rasa terima kasih. Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
  • Karena kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa memerlukan kedamaian. Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak berusaha mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yang mensia-siakan sahabat yg telah dicari. Supaya engkau memperoleh sahabat, jadikan dirimu sendiri lebih dulu sanggup menyempurnakan menjadi sahabat orang lain.
  • Ungkapan sahabat yang jujur lebih besar harganya daripada harta benda yg diwarisi dari nenek moyang. Sahabat yang baik adalah orang yang berkata benar, dan bukannya orang yang hanya membenarkan kata-kata.
  • Sahabat sejati adalah mereka yang sanggup berada disisimu ketika kamu memerlukan dukungan, walaupun saat itu mereka berada di tempat lain yang lebih menguntungkan. Sahabat sejati hatinya akan tetap tinggal, terikat kepadamu ketika kamu berkata ”Tinggalkan aku sendiri “. 
  • Kesunyian bukanlah sekutu derita, melainkan sahabat ketinggian jiwa. Ilmu dan kepandaian itu adalah sahabat yang setia dalam hidup sampai kepada penghabisan umur.
  • Persahabatan yang sejati akan membawa kepada kerinduan yang abadi. Orang yang rugi ialah orang yang tidak memperoleh sahabat…dan yang paling rugi ialah yang ditinggalkan oleh sahabat.
  • Sesungguhnya persahabatan itu lebih unggul dari pada percintaan. Tanpa persahabatan, percintaan akan berakhir, tetapi tanpa percintaan, sahabat akan kekal. Oleh karena itu, hargailah persahabatan yang terjalin...karena sahabat mewakili suatu kekuatan.
  • Yang indah itu pertemuan, yang manis itu kemesraan, yang pahit itu perpisahan dan yang tinggal hanyalah kenangan. Sahabat itu teman menangismu....kamu mungkin akan melupakan orang yang tertawa denganmu, tetapi tidak mungkin melupakan orang yang pernah menangis denganmu.

  • Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.
  • Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.
  • Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.
  • Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
  • Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.
  • Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.
  • Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.
  • Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama.


AYAH & IBU-KU....


Ya Allah,
Tiada mahluk-Mu yang sempurna
Begitu pula ibu dan ayah hamba
Hamba memohon, hamba meminta
Ampunilah segala khilaf dan dosa mereka
Terimalah amalan indah yang terukir dalam nafas waktunya

  Tuhan Maha Kasih,
Engkau yang anugerahkan hamba kesempatan bersamanya
Walau kini mereka telah jauh dari hamba
Meski mereka telah terbaring damai dalam dekapan-Mu

Izinkanlah hamba abadikan namanya dalam lantunan do'a
Terus cintai dan rindu sentuhnya
Membawa senyumnya ditiap langkah jiwa
Hingga kelak diakhir sang waktu
Hamba mampu kembali menatapnya, mendekap rindu jiwanya
Dalam kemuliaan Syurga-Mu..

Aamiin Yaa Robbal 'Alamiin

WANITA SEJATI dan SEJATINYA WANITA





Sebuah renungan untukmu......

Wanita sejati tidak dilihat dari jilbabnya yang anggun, tetapi dilihat dari kedewasaannya dalam bersikap.

Wanita sejati tidak dilihat dari retorikanya ketika aksi, tetapi dilihat dari kebijaksanaannya dalam mengambil keputusan.

Wanita sejati tidak dilihat dari banyaknya ia berorganisasi, tetapi sebesar apa tanggungjawabnya dalam menjalankan amanah.

Wanita sejati tidak dilihat dari kehadirannya dalam suatu majelis, tetapi dilihat dari kontribusinya dalam mencari solusi dari suatu permasalahan.

Wanita sejati tidak dilihat dari tasnya yang selalu membawa Al-Qur’an, tetapi dilihat dari hafalan dan pemahamannya akan isi kandungan Al-Qur’an tersebut.

Wanita sejati tidak dilihat dari aktivitasnya yang seabrek, tetapi bagaimana ia mampu mengoptimalisasi waktu dengan baik.

Wanita sejati tidak dilihat dari IP-nya yang cumlaude, tetapi bagaimana ia mengajarkan ilmunya pada umat.

Wanita sejati tidak dilihat dari tundukan matanya ketika interaksi, tetapi bagaimana ia mampu membentengi hati

Wanita sejati tidak dilihat dari partisipasinya dalam menjalankan kegiatan, tetapi dilihat dari keikhlasannya dalam bekerja.

Wanita sejati tidak dilihat dari sholatnya yang lama, tetapi dilihat dari kedekatannya pada Illahi di luar aktivitas sholatnya

Wanita sejati tidak dilihat kasih sayangnya pada orang tua dan teman-teman, tetapi dilihat dari besarnya kekuatan cinta pada Ar-Rahman Ar-Rahiim.

Wanita sejati tidak dilihat dari rutinitas Dhuha dan Tahajudnya, tetapi sebanyak apa tetesan air mata penyesalan yang jatuh ketika sujud

Wanita sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya.

Wanita sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.

Wanita sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan, tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu.

Wanita sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.

Wanita sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana santunnya ia berbicara

Wanita sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian, tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya.

Wanita sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan, tetapi dilihat dari kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda.

Wanita sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur.

Dan ingatlah ... Wanita sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauh mana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul.