Keberadaan
seorang sahabat sejati begitu
penting dalam hidup ini. Begitu dalam makna dan arti dari sebuah persahabatan.
Dan teramat sangat tidak mudah untuk menemukan seseorang yang layak dan pantas
untuk dijadikan seorang sahabat dari sekian banyak teman yang kita punya.
Bagi saya pribadi, sahabat itu bagai embun pagi tatkala matahari akan menyinari bumi
ini. Merasakan ketika kebahagiaan datang menghampirinya, saya juga akan loncat
kegirangan. Ketika dia bersedih dan luka, saya mampu mengeluarkan air mata dan
merasakan bahwa betapa saya tidak ingin ia tersakiti. Merasakan ‘kehangatan’
dan kenyamanan ketika bersama saling berbagi cerita. Merasakan bahwa di setiap
langkah ia ada dalam ingatan dan selalu ingin menyenangkan hatinya di mana pun
ia berada.
Sahabat sejati adalah
sahabat yang punya hati nurani untuk tidak menusuk dari belakang, atau menjadi
duri dalam daging dan tidak memiliki rasa iri dan dengki. Saling memberi dan
saling menerima tanpa ada embel-embel azas pemanfaatan.
Ketika
seseorang yang sudah kita anggap sebagai sahabat, namun pada satu ketika
ternyata dia diam-diam menginginkan dan melakukan sesuatu yang pada dasarnya
tidak pernah terpikirkan oleh kita, apa yang harus diperbuat dan apa yang
bisa kita rasakan? Kekecewaan yang sangat dalam dan terlukalah sudah hati dan
rasa…
Ini sebuah pertanda bahwa ia sangat tidak pantas untuk dijadikan sahabat.
Mungkin saja kedekatan yang selama ini tercipta memiliki dua arti yang berbeda.
Keberadaanya yang kita anggap sebagai sahabat, namun alangkah malangnya
ternyata ia tidak memiliki pengertian dan pemahaman makna keberadaan seorang
sahabat. Ia hanya teman dekat atau justeru hanya teman biasa saja…
Sungguh
tidak mudah menemukan seorang sahabat!










