Bila senja
datang aku slalu memandang
melukis wajahmu dengan bias-bias jingga
bertinta rasa berkuaskan jiwa
menjadikan langit sebagai kanvasnya
angin bertiup dengan sayu menyapa raga
rumput-rumput bergoyang bergerak penuh tanya
burung-burungpun berkicau dalam teriakannya
Namun sayang...aku tak mengerti bahasa isyaratnya
aku hanya memandang dan terus memandang
raut wajahmu yang kulukis indah di senja sana
yang membuatku selalu teringat denganmu
seakan waktu tak bisa menghapusmu dalam benakku
Namun sayang...kau tak tau ini terjadi
perasaan yang indah menghantui jiwa dalam diri
yang lama terpendam membelenggu rasa tak bertepi
membuatku terseret jauh pada arus tersembunyi
Disaat hati mulai berani meluahkan rasa ini
ketakutan datang melanda merasuk dalam jiwa
membuat rasa ini terpendam hadirkan resah
yang bertapa dalam pusaran sukma
melukis wajahmu dengan bias-bias jingga
bertinta rasa berkuaskan jiwa
menjadikan langit sebagai kanvasnya
angin bertiup dengan sayu menyapa raga
rumput-rumput bergoyang bergerak penuh tanya
burung-burungpun berkicau dalam teriakannya
Namun sayang...aku tak mengerti bahasa isyaratnya
aku hanya memandang dan terus memandang
raut wajahmu yang kulukis indah di senja sana
yang membuatku selalu teringat denganmu
seakan waktu tak bisa menghapusmu dalam benakku
Namun sayang...kau tak tau ini terjadi
perasaan yang indah menghantui jiwa dalam diri
yang lama terpendam membelenggu rasa tak bertepi
membuatku terseret jauh pada arus tersembunyi
Disaat hati mulai berani meluahkan rasa ini
ketakutan datang melanda merasuk dalam jiwa
membuat rasa ini terpendam hadirkan resah
yang bertapa dalam pusaran sukma
Tidak ada komentar:
Posting Komentar