Rasanya nikmat luar biasa....perpaduan antara manis, gurih dan ada rasa asam (timun acar).
Makanan itu berupa : Kue Sus (soes), ragout daging sapi, telur ayam, timun acar, mayonaise mustard dan sayur selada. Yang dihidangkan dalam satu sajian dan tidak terpisah.
Sanggabuana adalah snack yang pertama kali diperkenalkan pada awal tahun 1960-an oleh almarhumah Eyang putri saya, yang bernama R.Ngt. Sosrosudirdjo atau lebih dikenal oleh masyarakat dengan menyebut "Bu Sosro" yang berdomisili di Langenastran Lor - Yogyakarta.
Almarhum Ngerso Dalem Sri Sultan HB IX beserta para garwo dan sentana dalem, sangat menyukai Sanggabuana ini. Jadi dikalangan masyarakat Yogyakarta menyebutnya sebagai makanan asli 'Jeron beteng Kraton'.
Makna dari Sanggabuana atau Songgobuwono adalah kekuatan manusia untuk menyangga jagad (buana).
Disini 'Sangga' yang dimaksudkan terdapat pada Roti Sus yang telah diisi oleh ragout daging sapi, sedang 'Buana' disini ada pada telur ayam dan mayoneis yang bertumpu pada roti sus ragout.
Entahlah sampai kini saya tidak tahu kenapa dulu Eyang putri mengambil nama dan makna itu untuk resep andalannya.
Di tahun 1970-1990an snack Sanggabuana merupakan appetizer andalan dan paling disukai oleh pelanggan yang mempunyai hajat mantu. Dan seiring berjalannya waktu, sekarang banyak penyelenggara Jasa Boga yang meniru snack Sanggabuana ini....alhamdulillah.
Insya Allah, menu dari Eyang putri almarhumah ini banyak membawa manfaat bagi semua pihak....Aamiin




Tidak ada komentar:
Posting Komentar